Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Pikun

 

"Mbak, ngeliat kacamata bapak gak? Tadi perasaan bapak taruh sini"

Sering sekali saya mendengarkan bapak atau ibu saya menanyakan suatu barang yang padahal barang tersebut baru dipegangnya. Bahkan pernah suatu ketika ibu saya lupa kalau sedang menyalahkan kompor, sampai masakannya menjadi gosong. Duh, saya gak bisa ngebayangin kalau hal-hal yang berbahaya terjadi

Dalam rangka Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia, hari Minggu lalu (20/9) saya mengikuti webinar kesehatan yang diisi oleh dokter-dokter yang berkompeten di bidangnya. Walaupun kegiatan ini dilakukan secara virtual tetapi saya bisa mendapatkan hikmah dari acara ini


Apa sih itu pikun?


Menurut dr. S. B. Rianawati, SpS (K), pikun adalah menurunnya kemampuan untuk berpikir pada otak seseorang, dimana ketika seseorang butuh waktu lebih lama untuk mengingat dengan apa yang mereka lakukan sebelumnya. Dalam dunia medis pikun disebut dengan Demensia, di seluruh dunia ada lebih dari 50 juta orang mengalami demensia. Ada berbagai kondisi medis yang menyebabkan seseorang terkena demensia, antara lain:

1. Penyakit degeneratif
Penyakit ini adalah penyakit yang disebabkan oleh penurunan kinerja organ tubuh. Kondisi ini sebagian besar dipengaruhi oleh pertambahan umur. Jenis-jenis penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan pikun antara lain seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, demensia vaskular akibat stroke dan demensia frontotemporal atau demensia akibat gangguan pada otak bagian depan dan samping yang mengatur fungsi memori

Demensia Alzheimer merupakan penyebab pikun terbanyak, kondisi ini banyak ditemukan pada orang-orang berusia diatas 65 tahun

2. Cedera kepala
Cedera kepala juga bisa menyebabkan pikun, tidak orang yang berusia tua bahkan pikun juga bisa menyerang pada usia muda. Pikun akibat demensia jenis ini biasanya terjadi pada orang yang sering sekali mengalami cidera ringan berulang kepada kepala selama bertahun-tahun

3. Infeksi otak
Infeksi otak, seperti meningitis, dapat mengganggu fungsi otak dan akhirnya memengaruhi kemampuan mengingat. Riwayat infeksi otak juga diduga bisa menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pikun

4. Tumor otak
Pikun juga dapat menjadi salah satu gejala dari tumor otak. Selain pikun, tumor otak juga dapat menyebabkan beberapa gejala lain, seperti sakit kepala, kejang, otot tubuh melemah, hingga gangguan pada pancaindra

5. Penyakit turunan
Kondisi ini adalah jenis penyakit keturunan yang menyebabkan berkurangnya beberapa jenis sel otak yang mengendalikan gerakan sekaligus kemampuan berpikir


Kenali gejala pikun

Sebagai masyarakat awam banyak sekali yang menganggap pikun adalah sesuatu yang wajar akibat pertambahan usia. Tapi tahukah kalian bahwa pikun perlu segera mendapatkan penanganan. Berikut ini adalah gejala seseorang terkena pikun

• Gangguan daya ingat atau sering lupa
• Disorientasi, bingung akan waktu (hari, tanggal), bahkan sampai tidak tahu arah jalan pulang
• Menarik diri dari pergaulan
• Perubahan perilaku dan kepribadian
• Sulit melakukan pekerjaan yang familier, seperti pekerjaan sehari-hari, cara mengemudi, cara mengatur keuangan
• Sulit mengukur jarak, dan tidak dapat mengenal warna
• Sulit fokus dan salah membuat keputusan
• Gangguan berkomunikasi, seperti kesulitan berbicara
• Menaruh barang tidak pada tempatnya


Cara mengobati pikun

Lalu bagaimana kalau orangtua bahkan kita memiliki gangguan seperti diatas, bagaimana cara mengobatinya?

Sebelum mengobati pikun kita harus tahu terlebih dahulu apa penyebab pikun tersebut. Untuk memperbaiki fungsi kognitif, kita harus meningkatkan kualitas hidup seperti melakukan aktivitas olahraga, permainan fisik, bermain kata atau angka, membaca buku cerita, menggambar, mewarnai, membuag karya seni, memasak, dan berekreasi

Dengan keadaan pasien yang sudah parah seperti mempunyai penyakit kanker stadium akhir dengan demensia, hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas hidup disisa umurnya, mengurangi rasa sakit dan membina kondisi psikisnya. Konseling dan dukungan keluarga sangatlah diperlukan

Untuk penyakit pikun sendiri sebenarnya sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan tetapi obat yang diberikan dari dokter merupakan obat untuk menghambat proses perkembangan penyakit, dan untuk mengurangi gejalanya

Apabila kalian tidak memiliki gejala seperti diatas, maka pencegahan pikun sangatlah penting untuk dilakakukan yaitu dengan cara menjaga kesehatan jantung, bergerak dan berolahraga produktif, memperhatikan gizi seimbang dengan mengkonsumsi sayur dan buah, menstimulasi otak-fisik-spritual, bersosialisasi dan beraktivitas positif


Aplikasi pendeteksi pikun

Pada Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia juga diluncurkan sebuah aplikasi bernama EMS - Sahabat Kesehatan Otak Keluarga yang merupakan alat diteksi dini demensia. Aplikasi EMS ini milik PERDOSSI yang di-support oleh PT. Eisai Indonesia (PTEI)


Tujuan aplikasi EMS ini agar dapat digunakan sebagai alat edukasi bagi masyarakat umum untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit demensia dan sekaligus sebagai alat skrining untuk deteksi dini demensia yang didalam aplikasi tersebut tersedia direktori/ daftar Rumah sakit yang mempunyai klinik memori dan dokter spesialis neurologis yang praktek

Semakin dini ditangani, semakin berpeluang untuk mencegah kepikunan

Tidak ada komentar

Posting Komentar