Hari Kanker Sedunia, I Am and I Will

Sudah pada tahukah bahwa pada tanggal 4 Febuari merupakan Hari Kanker yang diperintah oleh seluruh Dunia? Ya, Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tahunnya guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker


Berbicara tentang kanker, saya memiliki pengalaman yang menyedihkan yang masih terekam jelas sekali di ingatan, yaitu salah satu ibu dari teman dekat saya, dipanggil Sang Pencipta tepat dua tahun ketika beliau berjuang melawan penyakit Kanker Payudara. Saya juga merupakan salah satu dari saksi beliau untuk melawan kanker, dari jadwal kemoterapi yang membuat rambut rontok sampai penurunan nafsu makan yang berimbas kepada berat badannya

Pada tahun ini, saya berkesempatan untuk mengenal lebih jauh lagi tentang penyakit kanker yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan tema 'I am And I Will' dengan narasumber antara lain, dr. Cut Putri Arianie, MH. Kes., serta Prof. Dr. dr. Soehartati Gondhowiardjo, Sp. Rad (K) OnkRad dan dr. Aldrin Neilwan Panca Putra, Sp.Ak selaku moderator yang diadakan di Hotel Manhattan, sekaligus untuk memperingati Hari Kanker Sedunia


Awal pertemuan dikatakan bahwa penyakit kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal dapat merusak sel normal disekitarnya dan di bagian tubuh yang lain

Kanker juga termasuk kedalam Penyakit Tidak Menular (PTM). Dikatakan pula oleh dr. Cut Putri Arianie, MH. Kes bahwa penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian terbanyak, dan memerlukan pembiayaan kesehatan terbesar



Kanker dapat menyerang siapa saja baik pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa. Banyak sekali jenis kanker yang menyerang, seperti kanker paru, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker hati, dan nasofaring yang sering terjadi pada pria. Pada wanita biasanya jenis penyakit kanker seperti, kanker serviks, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker ovarium, kanker kolorektal, dan kanker paru. Sedangkan kanker yang sering terjadi pada anak-anak adalah kanker bola mata (Retinoblastoma), dan kanker darah (Leukimia)

Stadium awal kanker biasanya
banyak sekali yang lengah tidak menyadarinya, karena memang pada stadium awal tidak menimbulkan keluhan atau gejala
Prof. Dr. dr. Soehartati Gondhowiardjo, Sp. Rad (K), menyampaikan bahwa ada tujuh gejala yang perlu diperhatikan serta diperiksa lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker di tubuh kita, dengan WASPADA

Waktu buang air besar atau buang air kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan

Alat pencernaan terganggu dan susah menelan

Suara serak dan batuk yang tak kunjung sembuh

Payudara atau tempat lain ada benjolan

Andeng-andeng atau tahi lalat, yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatel

Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh

Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh

Selain itu juga ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker seperti:

1. Makanan yang kontakbdentab zat kimia 6P (Penyedap, Pengawet, Perasa, Pewarna, Pengasingan, Pengasapan)

2. Polutan

3. Diet yang tidak seimbang, rendah serat, tunggu lemak

4. Kurang aktifitas fisik

5. Paparan asap rokok dan produk tembakau

6. Paparan lingkungan berbahaya

7. Konsumsi alkohol

8. Perilaku seksual yang berisiko

9. Paparan sinar ultraviolet

10. Hereditas atau keturunan

Pada acara ini saya juga mendapatkan lembar fakta tentang kanker, yang berisikan informasi tentang

Kanker Paru yang menurut penelitan di 100 Rumah Sakit di Jakarta menyatakan bahwa kanker paru merupakan kasus kanker terbanyak pada laki-laki dan urutan ke empat terbanyak pada perempuan

Pada tahap awal kanker paru tidak menyebabkan gejala apapun. Gejalanya terjadi ketika perkembangan kanker telah mencapai suatu tahap tertentu seperti, batuk dengan ataupun tanpa dahak, batuk berarah, sesak nafas, suara serak, sakit dada, sulit menelan, terdapat benjolan di pangkal leher, muka sembab muka dan leher, terkadang juga din tantang yang menimbukan rasa nyeri yang hebat

Kanker Payudara, umumnya ditemui pada wanita, tetapi pria pun juga dapat mengidap kanker payudara walau presentasi nya tidak sebanyak wanita. Kanker payudara juga terbagi menjadi dua kategori yaitu invasif, kanker payudara yang berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara atau disebut duktal invasif. Pada jenis kanker ini dapat menyebar di luar payudara, sedangkan kanker payudara non-invasif biasanya ditemukan melalui mamografi karena jarang menimbulkan benjolan

Kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak di Indonesia bahkan ada beberapa artis yang tutup usia karena penyakit ini. Sampai sekarang penyebab pasti kanker payudara belum diketahui, yang diketahui adalah faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya payudara, antara lain: merokok dan terpapar asap rokok, pola makan yang buruk seperti tinggi lemak tapi rendah serat, haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun juga bisa menjadi risiko penyebab kanker payudara, menopause, melahirkan anak pertama diatas usia 35 tahun, tidak menyusui anak, pernah mengalami operasi pada payudara, bahkan di antara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara

Untuk mengetahui tanda-tanda mengenai kanker payudara biasa nya apabila diraba terdapat benjolan dan sering terasa nyeri, terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras dengan permukaan mirip seperti kulit jeruk, terdapat luka yang tidak kunjung sembuh, keluar cairan dari puting, dan terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara. Semuanya bisa dideteksi sendiri dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) yang dapat dilakukan mulai dari umur 12 tahun, ataupun dengan cara klinis SADANIS oleh tenaga kesehatan

Kanker Leher Rahim, tahukah kalian bahwa di Indonesia setiap dua menit di dunia, ada satu orang perempuan meninggal karena kanker leher rahim, untuk itu maka diperlukan pengecekan untuk mendeteksi deni kanker leher rahim dengan cara tes IVA, Papsmear, dan juga ada yang namanya Femicam, dan jangan lupa lakukan vaksinasi HPV yang dapat diberikan mulai anak usia 10 tahun

Kanker Kolorektal atau kanker usus besar merupakan keganasan yang menyerang jaringan usus besar dan rektum, jujur saya baru tahu ada kanker kolorektal. Kanker ini dapat di cegah dengan cara mengendalikan faktor resiko yang dapat diubah, seperti pola makan sehat, pertahankan berat badan sehat, berhenti merujuk dah hindari asap rokok, rutin berolahraga, kurangin konsumsi alkohol

"Sebisa mungkin setiap bulan harus mengecek kesehatan seperti lingkar perut, 80cm untuk lingkar perut wanita, dan 90cm untuk lingkar perut pria"., -  dr. Cut Putri Arianie, MH. Kes.

Kanker Pada Anak, saya sangat sedih sekali bahwa kanker tidak memandang umur bahkan di dinia, setiap tiga menit seorang anak meninggal karena kanker

Peran Keluarga

Pada peringatan Hari Kanker Sedunia, juga menghadirkan Ibu Prisca Dewanti Batubara yang merupakan anak dari Bapak Cosmas Batubara, Mantan Menteri Tenaga Kerja era Presiden Soeharto yang tutup usia dalam melawan kanker limfoma selama dua tahun, bahkan sudah melakukan pengobatan sampai Negeri Sakura Jepang


Beliau mengatakan bahwa dukungan keluarga sangat diperlukan bagi salah satu anggota keluarga yang terkena kanker, sebisa mungkin jangan bersedih di depannya, di sisa usia Bapak Cosmas memilih untuk kembali ke Indonesia dan melakukan pengobatan di RSCM Kencana

Ibu Prisca, juga mengatakan bahwa pengobatan kanker di Indonesia sangat bagus tidak kalah dengan yang ada di luar negeri, jadi buat apa jauh-jauh berobat ke luar negeri kalau di negeri sendiri tidak kalah hebatnya

Untuk informasi lebih lanjut kalian bisa akses
Website: www.p2ptm.kemenkes.go.id
Instagram: @p2ptmkemenkesri
Twitter: @p2ptmkemenkesRI
Facebook: direktorat p2ptm kemenkes RI

20 komentar

  1. Dalam keluargaku pun ada riwayat kanker turun temurun. Dari kakek, pakdhe & budhe, dan sekarang ibuku. Sungguh traumatis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah, semoga dirimu dan ibumu diberikan kekuatan untuk menjalani ini semua ya kak

      Hapus
  2. Kalau dengar penyakit Kanker uda bikin deg2an ya, mbak :(
    Mamaku meninggal karena kanker serviks.
    Sekarang lebih baik mencegah dengan pola hidup dan makan ya sehat ya, mbak :)

    BalasHapus
  3. Kanker ini emang silent killer ya mba. Sering kali nggak bisa dideteksi sampe pada tahap akhir. Aku punya temen penyintas leukimia. Beruntung dia bisa sembuh dan punya anak sampai sekarang. Semoga kita dikasih sehat ya mbaaa

    BalasHapus
  4. Aku juga ada pengalaman atasan di tempat kerja kena kanker tiroid. Rasanya sedih banget nggak bisa hadir di saat-saat terakhir beliau wafat :')

    BalasHapus
  5. Iya nih, Mbak, akupun mulai hidup sehat perlahan2. Kudu dimulai dsri sekarang agar jadi gaya hidup dulu ya.. dan jadi kebiasaan baik.

    BalasHapus
  6. Skarang jaga pola makan, atur gaya hidup dengan baik itu menurutku salah satu yang bisa kita lakukan ya untuk cegah kanker

    BalasHapus
  7. Masalah kesehatan yang jadi momok menakutkan untuk banyak orang, sebenarnya. Namun kalau bisa dideteksi lebih dini atau dicegah, kenapa kita nggak memulainya ya Mba.

    BalasHapus
  8. Kalau sudah dengar kanker duh ngeri..Edukasi dan sosialisasi lewat perigatan hari kanker juga event seperti ini akan memabntu masyarakat makin mengerti akan kanker dan seluk beluknya. Semoga kita semua diberi kesehatan dan dijauhkan dari penyakit berbahaya

    BalasHapus
  9. Benar sekali ya mbak, dgn mengikuti pola hidup sehat kita bisa terhindar dari beragam penyakit, khususnya kanker ini..

    Makasih remindermnya mbak

    BalasHapus
  10. Penyakit ini memang udah banyak banget ditemuin disekeliling kita kayanya .
    Tetangga jg kena leukimia dari lahir dan sempet survive sampai usia 20 tahunan. Tp drop saat hamil anak pertama

    BalasHapus
  11. Ya ampuun kalau bicara penyakit tuh serem sendiri. Tapi wajib banget tahu. Kaya cek lingkar perut itu. Pasti yg melakukannya hanya sebagian orang. Aki bahkan Ga pernah ..

    BalasHapus
  12. Aku baru tahu kalau kanker diperingati setiap 4 februari. Kanker bisa muncul di mana saja tapi sayangnya diketahui kalau stadium tinggi. Semoga kita semua dijatuhkan dari kanker dan penyakit lainnya.

    BalasHapus
  13. Aku jadi cek and ricek WASPADA untuk semua anggota keluarga mbak. Pasalnya seram banget sekarang berbagai jumlah penyakit apalagi kanker bisa mengena ke siapapun ya mbak dan pentingnya peran keluarga untuk lebih care mbak.

    BalasHapus
  14. Saya ngeri juga nih kalau dengar ada keluarga atau kerabat yang terkena penyakit kanker. Almarhum tante saya juga meninggalnya karena penyakit ini so emang penting ya ada peringatan hari kanker seperti ini untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesehata dan peduli terhadap saudara2 kita yang terserang kanker

    BalasHapus
  15. Penting banget nih buat lebih mengenal kanker, supaya kita semua bisa peduli sama pasien yang terkena kanker juga kita bisa menjaga kesehatan agar terhindar dari kanker

    BalasHapus
  16. Rina Umaraisha1 Maret 2020 21.35

    Subhanalloh serem banget kalo liat efek dari gaya hidup tidak sehat. Insyaalloh saya dan keluarga juga siap menjaga kesehatan melalui gaya hidup sehat

    BalasHapus
  17. Kanker ini salah satu penyakit yang cukup sering terjadi ya... Serem juga. Banyak pula macamnya. Kita kudu waspada nih, emang kudu banget jalanin hidup sehat sbg ikhtiar supaya nggak kena penyakit. Semoga kita sehat2 ya...

    BalasHapus
  18. Efek dari gaya hidup ga sehat serem juga yah mom diah.. Penting bgt skrng mengenal kangker yah.

    BalasHapus
  19. Zaman skg emang harus diperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam perut supaya lebih bergizi

    BalasHapus