Selamatkan Air Tanah Jakarta atau Jakarta Tenggelam

Tidak bisa dipungkiri bahwa air merupakan kebutuhan dasar manusia. Pada musim kemarau seperti sekarang ini Jakarta mengalami defisit air tanah, oleh karena itu banyak sekali warga yang memperdalam sumur atau pipa pompa air bahkan melakukan pengeboran tanah untuk mencari mata air baru

Tahukah kalian bahwa pengambilan air tanah secara terus menerus, akan berakibat fatal bagi lingkungan. Salah satunya mengakibatkan terjadinya penurunan permukaan tanah yang dapat menimbulkan kemiringan pada bangunan


Pada acara Media Gathering (15/10) di Kantor Kementerian ESDM, Pak Menteri Ignasius Jonan mengatakan salah satu penyebab penurunan permukaan air tanah dan instruksi air laut adalah pengambilan air yang berlebihan. Penurunan tanah dapat mencapai 7 - 12cm pertahunnya


Saya termasuk orang yang sering berkunjung ke wilayah Jakarta Utara, tepatnya di Penjaringan, pada musim kemarau sepanjang jalan yang saya lewati banyak sekali genangan air. Ternyata ini merupakan salah satu dampak yang bisa kita lihat akibat penurunan infrastruktur tanah. Bahkan pada acara Gathering kemarin, diputar pula video dokumenter yang menayangkan wilayah yang terkena dampak penurunan infrastruktur tanah, dalam video tersebut jelas terlihat jelas bangunan masjid yang terendam air di Kawasan Muara Baru, Penjaringan Jakarta

Apabila hal ini tidak segera terselesaikan siap-siap Jakarta banjir!!

Inilah.com/Eusebio Chrysnamurti

Melihat kondisi permasalahan pengelolaan air tanah sejak tahun 2013 Kementerian ESDM membentuk balai konservasi air tanah di Jakarta. Menurut Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar, dibentuknya balai konservasi air tanah bertujuan untuk mengelola air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) sehingga upaya penanganan permasalahan air tanah di Jakarta dapat dilakukan secara lebih serius dengan melibatkan semua stakeholder terkait



Kegiataan dan program yang dilaksanakan melalui Balai Konservasi Air Tanah (BKAT)  Badan Geologi, dalam melakuan konservasi air tanah Jakarta antara lain, dengan melakukan pemantauan kondisi air tanah, pemantauan  penurunan permukaan tanah, optimalisasi upaya konservasi dengan pengembangan teknologi konservasi, pelayanan rekomendasi teknis, pelayanan data serta informasi air tanah secara elektronik. Kementerian ESDM bekerjasama dengan Pemerintahan DKI Provinsi DKI Jakarta melakukan pengetatan pengambilan air tanah dan penindakan terhadap pengguna air tanah yang tidak sesuai aturan

Alhamdulillah semua kerja keras ini membuahkan hasil yang positif, antara lain dengan adanya peningkatan kenaikan kedudukan muka air tanah dibeberapa tempat di wilayah Utara CAT Jakarta. Salah satu contoh di kawasan JIEP Pulogadung terpantau melalui sumur pantau Badan Geologi pada tahun 2016 tercatat muka air tanah berasa pada posisi  -24,46 m.dpl, hingga tahun 2019 tercatat kenaikan muka air tanah mencapai 2,45 meter dan.yja air tanah terkini pada posisi -20,01 m.dpl

Ohiya, wilayah CAT ini terdiri dari imbuhan air tanah, pengaliran air tanah dan pelepasan air tanah. CAT dibatasi oleh Sungai Cisadane di sebelah Barat, Laut Jawa di sebelah Utara, Sungai Bekasi di sebelah Timur dan Daerah disekitar Paruh di Selatan

Oleh sebab itu maka kita harus berhemat, mari kita manfaatkan terlebih dahulu air permukaan sebelum kita memanfaatkan air tanah, dan untuk menjaga kualitas nya jangan membuang sampah sembarangan untuk menjaga kehigienisan - Bpk Rudy Suhendar


Acara Media Gathering, ditutup dengan para para Blogger diajak untuk berkunjung ke lokasi sumur pantau yang dipandu oleh Kepala Balai Konvensional Air Tanah (BKAT)

Tidak ada komentar

Posting Komentar