Hampir Satu Juta Orang Terkena ISPA Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Beberapa pekan terakhir ini saya selalu mengupdate berita yang selalu tersaji di televisi mengenai kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah Kalimantan dan Sumatera. Kebakaran hutan tersebut mengakibatkan beberapa wilayah di Indonesia dan negara tetangga menjadi imbas asap

Asap yang dihasilkan dari terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut bukan hanya mencemari lingkungan tetapi juga banyak sekali dampak negatif nya seperti

1.Berpotensi banjir, karena pohon-pohon hangus

2. Hampir satu juta orang menderita ISPA

3.Terbunuh nya satwa liar dan hancurnya pohon dan tanaman

4. Kegiatan ekonomi, kegiatan belajar 

mengajar, dan aktifitas peribadahan terganggu
Seperti yang tertulis di atas bahwa hampir satu juta orang terkena ISPA hal itu dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan dari Febuari hingga September 2019 jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan telah mencapai  919.516 orang

Infeksi Saluran Pernafasan atas atau yang sering disebut ISPA sebagian besar disebabkan oleh virus, tetapi pengaruh asap yang intens dapat melemahkan kemampuan paru dan saluran pernafasan untuk melawan infeksi
Seperti yang kita ketahui bernafas merupakan salah satu kebutuhan mahluk hidup setiap saat dan setiap waktu, saya tidak bisa membayangkan bagaimana beratnya saudara-saudara kita menjalani aktivitas kesehariannya di sana, saya yang pernah merasakan sesak nafas MashaAllah rasanya itu sungguh sangat menyiksa :(


"Kesana sehat, pulang-pulang bengek" Itu merupakan salah satu kalimat dari relawan yang saya dengar tanpa sengaja pada acara Presscon yang diadakan Rumah Zakat mengenai #IndonesiaDaruratAsap (25/9)

Rumah Zakat Berangkatkan Armada Logistik dan Mobil Oksigen



Menanggapi bencana yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Indonesia, sejak Agustus lalu Rumah Zakat melakukan berbagai Aksi Peduli Bencana dengan menugaskan 100 relawan yang dibagi di enak titik provinsi seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, Riau


Pada acara Presscon tersebut Rumah Zakat juga memberangkatkan Armada berupa Mobil Oksigen yang membawa oksigen dan Armada Logistik yang membawa obat-obatan dan masker N-95 serta menugaskan relawan tambahan. Pelepasan armada dilakukan oleh Bapak Nur Efendi selaku CEO Rumah Zakat yang didampingi oleh Ibu Murni Alit Baginda selaku Chief Program Rumah Zakat

Akibat kualitas udara yang buruk Rumah Zakat pun menyediakan safehouse bagi warga yang terdampak kabut asap di beberapa titik seperti 1 safehouse di Pontianak, 2 safehouse di Pekanbaru dan 1 safehouse di Jambi. Apa itu safehouse? Safehouse merupakan tempat tinggal sementara bagi warga yang terpapar kabut asap, tempat yang kedap udara ini dilengkapi oleh pendingin ruangan dengan tujuan agar keadaan warga yang terpapar asap dapat lebih baik dari sebelumya


Kebakaran hutan bukan hanya terjadi pada tahun ini saja, bahkan hampir setiap tahunnya. Bapak Nur Efendi mengatakan bahwa untuk menghentikan pembakaran hutan harus ada kolaborasi dari pihak-pihak tertentu untuk penanganan jangka panjang kebakaran hutan seperti

• Mendorong pemerintah dalam upaya menegakan hukum bagi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan memberikan hukuman yang membuat jera

• Pembuatan sumur bor dan kanal-kanal air di lahan gambut yang rawan kebakaran

• Penyadaran masyarakan akan bahaya dan penanganan cepat bencana asap di wilayah bencana



Ibu Murni Alit Baginda juga menambahkan, untuk masyarakat yang ingin menyumbangkan sedikit rezekinya untuk membantu saudara kita yang merupakan korban dar kebakaran hutan dan lahan bisa mengakses link dari website Rumah Zakat
https://rumahzakat.org/donasi/#darurat-kabut-asap dan bisa menyumbangkan lewat berbagai e-commerce, dompet digital seperti Tokopedia, LinkAja, OVO

Mari kita bersama-sama mendoakan agar kejadian ini cepat berlalu dan menjalankan sholat istisqo untuk meminta diturunkannya hujan oleh Sang Pencipta





23 komentar

  1. Semoga hujan lekas turun dan kebakaran hutan cepat berhenti supay akesehatan masyarakat tidak makin memburuk. Berdoa bersama untuk kebaikan Indonesia juga

    BalasHapus
  2. Ya allah semoga hujan cepat turun ya.. Aku sedih denger beritanya ini.. Apalagi asap ini.. Ya allah.. Lindungi saudara kami..

    BalasHapus
  3. pernah ngalamin ga enaknya tinggal di kota yg dipenuhi kabut asap. mau ambil jemuran aja pake masket dulu. semoga hujan segera turun dan menghapus kabut asap

    BalasHapus
  4. Ya Allah semoga segera kita bs atasi hal semacam ini untuk jangka panjang... semoga dalam waktu dekat hujan segera turun

    BalasHapus
  5. Sedih banget lah saya kalau udah baca-baca tentang Kahutla. Berharap banget masalah ini lekas selesai dan gak kejadian lagi. Semoga hujan yang membawa berkah segera turun. aamiin

    BalasHapus
  6. Semoga berikutnya tidak ada lagi bencana asap, ya. Sedih banget liatnya.

    BalasHapus
  7. terpapar ISPA! Betapa tidak bertanggung jawab banget itu ya yang bakar bakar lahan ... ntar disalahin malah marah marah balik

    BalasHapus
  8. prihatin ya mba, banyak banget dampaknya nih karena kabut asap semoga segera berlalu dari bumi pertiwi

    BalasHapus
  9. Kondisi yang sangat meresahkan ya kabut asap ini, bikin banyak orang terserang ISPA. Sungguh kejam para pembakar hutan itu. Semoga dengan datangnya bantuan dari Rumah Zakat ini dapat mengurangi potensi terkena ISPA bagi yang belum terkena dampaknya.

    BalasHapus
  10. Semoga bantuan dari Rumah zakat ini bisa meringankan warga yang terpapar asap kebakaran hutan ya mbak. Di rumah, kalau ada tetangga yang bakar sampah aja saya langsung tutup pintu, karena nggak mau terpapar asap, padahal asapnya tipis aja. Nggak kebayang yang di kalimantan dan riau, asap tebal setiap hari, bikin nafas sesak dan juga mata jadi perih

    BalasHapus
  11. Sebagai salah satu daerah yg kena dampak asap, aku berterimakasih banget atas bantuan semua kalangan dalam membantu mengatasi ispa dan titik apinya

    BalasHapus
  12. Ya Allah aku tuh sedih banget kalau udah update berita ini, terutama nasib bayi dan anak-anak yang masih rentan dan sistem imunitasnya masih lemah, aku aja kesel kalau ada tetangga yang bakar sampah apalagi musim kemarau, apalagi bakar hutan, kebayang asapnya bikin sesak dan menimbulkan penyakit, semoga masih ada nuraninya orang-orang yang bakar hutan itu, dan semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk menolong.

    BalasHapus
  13. Tahun ini di kota saya memang gak sesuram tahun 2015, tapi sebagai orang kalimantan yg terkena dampak asap juga jadi tahu lah ya ada korban di sekitar kita. Saya berharap ini adalah tahun terakhir kebakaran hutan dan pembakarnya dikenai sanksi, capek tidak ada kejelasan sanksi sementara korban terus ada

    BalasHapus
  14. Ya Allah, sedihnya. Semoga segera berlalu bencana asap ini. Dan solusinya untuk ke depannya lebih baik lagi.

    BalasHapus
  15. Prihatin bangettt atas musibah pembakaran hutan ini. Aku juga suka sering cari2 informasi dan update berita perihal kebarakan hutan. Miriss banget kalau pas lihat satwa2 liar yang tidak dapat tertolong. Btw, berbagi makin mudah lewat rumah zakat ya, Mbak. Bisa pakai Dompet digital juga.

    BalasHapus
  16. Kasihan sekali mereka yang tinggal di kawasan karhutala ya mbak. Aku yang dapat kiriman asap aja rasanya nyesak banget, sulit utk bernafas. Apalagi yang tinggal disana

    BalasHapus
  17. sedih banget setiap liat updateberita ttg karhutla ini. selalu kirim doa banyak banyak, semoga segera turun hujan lebat setiap hari supaya anak anak disana nggak harus menghirup asap terus. insyaaAllah juga nnti mau ikut nyumbang juga untuk saudara saudara disana.. makasi infonya ya maaak

    BalasHapus
  18. Duh sedih banget. Tiap tahun kok rasanya bertambah terus ya kebakaran hutan ini. Bikin anak-anak mudah sakit. :(

    BalasHapus
  19. Sedihnya melihat bencana di mana-aman.
    Semoga Allah mudahkan....mudahkan bagi semua relawan dan saudara-saudari kita di daerah bencana.

    Salut sama gerak cepatnya Rumah Zakat.

    BalasHapus
  20. waaah jadi untuk ikutan menyumbang lewat Rumah Zakat bisa lewat berbagai e-commerce dan dompet digital toh. Yuk saling bantu sesama untuk tanggap darurat asap

    BalasHapus
  21. Kenapa ya kebakaran hutan seperti ini kembali terulang. Memakai masker bukan solusi permanen, itu pencegahan sementara. Lama-lama nyesek juga kan sampai banyak yang kena ISPA. Semoga bantuan Rumah Zakat dapat mengurangi derita para korban.

    BalasHapus
  22. Sedih yaa dengan adanya kabut asap yang tak kunjung henti ini. Apalagi banyak anak-anak yang juga menderita ISPA. Semoga Allah SWT lekas menurunkan hujan yaa. Aamiin.

    BalasHapus
  23. Bersyukur hujan sdh turun di beberapa tempat jd asap sdh mereda ya mbak. kami di medan yg jauh dr pku sj sampai kena. dan kena sedikit saja sdh ga enak. apalagi sodara2 yg di dekat titik kebakaran. cm bisa berharap supaya penanganan masalah ini bisa bener2 bagus jd begitu ada titik api ga smp nyebar dan bikin banyak asap

    BalasHapus