Liburan Dadakan Ke Puncak Bareng Keluarga

Minggu lalu rombongan keluarga rempong akhirnya jalan-jalan bareng, biasanya buat nentuin jadwal pergi bareng itu susahnya ampun-ampunan. Semua ini karena ketidak sengajaan, kenapa dibilang ketidak sengajaan.

Keluarga Rempong

Awalnya Tante nya Gendish sewa mobil untuk dalam kota Jakarta di salah satu aplikasi e-commerce, sewa mobilnya free karena menggunakan poin yang sudah terkumpul. Niatnya mobil tersebut disewa untuk menengok rumah di daerah Citayam, tetapi beberapa hari sebelum keberangkatan supir memberitahukan bahwa untuk sewa mobil ke Citayam sama aja sewa mobil ke luar kota, setelah dipikir kalau biayanya sama aja keluar kota mendinglah kita berangkat ke Puncak
Disitulah langsung kita sibuk cari penginapan, bandingin dari e-commerce satu ke e-commerce lain, cari-cari potongan diskon kesana kemari, karena liburan kali ini tidak ada persiapan bugdet maupun tempat rekreasi. Akhirnya kita memutuskan untuk menyewa bungalow dengan mendapatkan potongan 30% dari harga yang tertera *bahagiaku sederhana banget*

Kita berangkat dari Jakarta hari Minggu pagi sekitar jam 06.00 WIB, di mobil lah kita baru menentukan tempat wisata mana saja yang mau kita kunjungngi sebelum ke penginapan, jadilah destinasi pertama kita adalah Taman Bunga Matahari, kita sampai Taman Bunga Matahari itu ternyata jam tujuh pagi yang artinya kita harus menunggu sekitar satu jam lagi untuk masuk ke tempat wisata tersebut.

Gendish belum mandi udah pergi jalan

Waktu yang cukup lumayan, akhirnya kita cari makan dulu di sekitar Taman Bunga Matahari, pilihan kita jatuh ke warung masakan Padang niatnya biar bisa ngeganjel perut agak lama, tetapi ternyata bayangan rasa kelezatan masakan Padang di otak kita, lenyap ketika baru satu suapan masuk ke mulut .

Setelah selesai makan, kita kembali lagi ke pintu masuk Taman Bunga Matahari. Ternyata pintu masuk sudah dibuka. Fyi, harga tiket masuk Taman Bunga Matahari di hari libur adalah 60ribu per satu orang dan parkir mobil sebesar 20ribu. Tiket masuk Taman Bunga Matahari sudah termasuk gratis lima wahana permainan dan potongan 3rb untuk pembelian ice cream di booth yang bekerja sama dengan Taman Bunga Matahari.

Gendish, Ayah dan Ibu

Wahana pertama yang kami naiki adalah Perahu Karet, disana kita mendayung sendiri tanpa di dampingi oleh instruktur nya dan ini kali pertama mendayung perahu tanpa orang yang ahli mendampingi, alhasil kita cuma muter-muter di tempat aja, agak sedikit susah untuk mencapai tempat yang kita tuju. Menaiki wahana Perahu Karet kita diberikan waktu 10 menit. Setelah itu kita lanjut menaiki wahana Mobil Keliling, yah pokoknya mah bermain sesuai yang ada list tiket gratisannya.

Wahana Perahu Karet

Wahana Perahu Karet

Pukul 10.30 WIB, kita keluar dari Taman Bunga Matahari dan di lanjut ke Kebun Teh Gunung Mas. Sampai tempat yang kita tuju ternyata perlahan turun gerimis, disini kita main di kebun teh dan yang membuat Gendish makin happy karena dia bisa bermain di sungai. Air sungai di Kebun Teh Gunung Mas, MashaAllah dingin banget persis sama kaya air kulkas. Ibu Gendish masukin kaki aja langsung kram 
Gendish gak usah ditanya lagi, susah banget ngebujuk untuk berhenti main air. Oh ya tiket masuk ke Taman Bunga Matahari, satu orang harus membayar 11rb rupiah. Setelah selesai bermain di Kebun Teh Gunung Mas, kita lanjut makan ke Restoran Rindu Alam dengan niat turun lagi ke arah penginapan ketika jalur buka tutup arah Jakarta dibuka.

Main air yang dinginnya kaya air kulkas

Ibu Gendish

Mbah Uti Gendish

Di Restoran Rindu Alam kami memesan nasi timbel dengan harga 45rb per porsi, isinya ada ayam goreng, tahu sama pasangannya tempe, sayur asam, ikan asin, krupuk dan pelengkapnya adalah sambal. Untuk rasa lumayan cocok di lidah *maaf foto makanan gak ada, karena udah keburu masuk perut* 
Perut udah kenyang ketika jadwal buka tutup jalur ke Jakarta dibuka, jalanan padat merayap ketika. Jalan menuju penginapan diiringi dengan derasnya air hujan, ah pokoknya mah syahdu banget.

Sampai di penginapan Gendish heboh banget, karena di depan bungalow viewnya gunung dan kolam renang, apalagi jalan menuju bungalow ada Playground nya
Di bungalow terdapat ruang tamu, dapur di lantai bawah, serta tiga kamar tidur dan dua kamar mandi di lantai atasnya. Karena Gendish ribut berenang terus, mau gak mau kita semuanya nurutin dia untuk berenang di tengah gerimis.

Ayah, Gendish, Mbah Kung, Ibu

Pas banget depan bungalow dan ini di ambil dari kamar atas

Berenang selesai waktunya isi perut kembali, disana kita membuat makanan yang praktis yaitu mie goreng *wkwkwk* oh iya disini juga tersedia kompor, kulkas dan alat makan loh. Eh dispenser juga ada.
Gendish di penginapan tidak bisa tidur karena sudah diimingi main di playground. Setiap beberapa jam sekali dia bangun dan menanyakan "Ibu, ini sudah pagi belum" Padahal ketika itu jarum jam masih menunjukkan pukul 1 dini hari, ketika adzan subuh baru lah Ibu Gendish bangun, dan ternyata Gendish pun ikutan bangun, dengan keadaan masih subuh yang gelap, kita jalan ke playground, Oh ya disna juga ternyata ada taman bunganya 

Gendish main jungkat-jungkit

Taman Bunga

Liburan kali ini ditutup ketika sarapan selesai, kita semua bergegas merapikan pakaian masing-masing untuk kembali ke Jakarta, karena mobil hanya rental sehari saja bearti kita pulangnya menggunakan kereta dari stasiun Bogor, pasti pada bingung kan kita naik apa dari penginapan ke Stasiun? Kita naik mobil online, ternyata disana sudah banyak banget driver mobil online.

Sampai Jumpa Kembali (view taman bunga) 

Demikianlah cerita liburan singkat dadakan keluarga kami

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asuransi Sebagai Ikhtiar, Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Bambo Nature, Popok Ramah Lingkungan Untuk Buah Hati

Neoflam Cookwear Ada Di Alfamart